Harga Buku Sewaktu-waktu Bisa Berubah...

MANAJEMEN KONFLIK SEPARATISME, Dinamika Negosiasi dalam Penyelesaian Konflik Mindanao /PPL

Penerbit : Pustaka Pelajar
Penulis : Surwandono
Tahun Terbit : Cet 1: Jan 2013
Kertas & Halaman : 252 + xi Halaman
Ukuran Buku : 15,5 x 23 cm, Soft Cover
Kategori : Manajemen/Marketing/Pemasaran
ISBN : --
Harga : Rp 58,000
25%   
Rp 43,500
Share
|

Berat: ... gram.

Berbicara masalah konflik di suatu wilayah akan sangat menarik, karena dalam konflik wilayah terdapat banyak aktor yang berperan. Bahkan, konflik itu sengaja diciptakan demi memperjuangkan kepentingan sebagian kelompok saja.

Konflik seperti ini sangat sulit untuk bisa diselesaikan jika sudah melibatkan kepentingan politik didalamnya, karena konflik seperti ini akan menimbulkan keuntungan baik dari segi ekonomi maupun politik itu sendiri. Demikian disampaikan Dr. Surwandono, S.Sos, M.Si dalam acara launching buku keempat yang diterbitkan Jusuf Kalla School of Government UMY berjudul `Manajemen Konflik Separatisme: Dinamika Negosiasi dalam Penyelesaian Konflik Mindanao`, Selasa (26/2), di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Buku ini, imbuh dosen HI UMY, yang terlibat langsung dalam proses perdamaian di Mindanao, akan menambah kajian tentang konflik Mindanao dari perspektif yang berbeda.

Selain itu, diceritakan pula pengalaman mutakhir, karena penelitian dilakukan secara langsung di tempat konflik. `Di sisi lain buku ini juga membuka wawasan bahwa konflik itu adalah sesuatu yang nyata,` imbuhnya.

Seperti dijelaskan Surwandono, konflik yang terjadi telah melibatkan kepentingan para elite politik dikarenakan beberapa faktor seperti kepentingan elite yang takut tidak akan mendapatkan kekuasaannya apabila konflik tersebut selesai.

`Salah satu konflik yang dibahas dalam buku ini adalah konflik yang terjadi di Mindanao, Filipina Selatan. Orang tahu bahwa konflik ini disebabkan oleh agama. Konflik ini terjadi sejak zaman kolonialisme Spanyol dan tidak mudah untuk mencapai sebuah kata perdamaian,` jelasnya.

Penulis yang merupakan Dosen Jurusan Hubungan Internasional UMY ini, juga memaparkan perdamaian sulit dicapai karena negosiasi yang dilakukan tidak sesuai. Konflik yang sudah lama berkembang tidak akan mudah untuk menemui titik damai. `Negosiasi dilakukan hanyalah sebuah kamuflase perdamaian saja. Negosiasi dijadikan sebuah rekreasi politik saja oleh para elite yang jenuh dengan konflik tersebut tanpa berniat untuk menyelesaikannya,` paparnya.

Jika berbicara tentang negosiasi, lanjut Surwandono, selain hanya sebuah rekreasi politik, bisa jadi negosiasi tersebut tidak akan berbicara sebuah kebenaran. `Proses negosiasi yang sejatinya merupakan jalan tertinggi dalam mencapai perdamaian hanya akan berisi kebohongan antara pihak yang berkonflik dan bisa jadi adanya jebakan- ebakan yang telah dipersiapkan sebelumnya, lanjutnya

 

Apabila tidak menemukan Semua Jenis buku yang Anda cari, dapat ditanyakan atau silahkan hubungi via:

email: mitraahmad_buku@yahoo.com

atau

SMS: 08988 799 999 / 082121 992 888  kami akan membantu Anda.

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama*
Email* (email tidak ditampilkan)
Komentar*
(Masukan 3 huruf atau angka berwarna hitam pada kotak di bawah)
captcha image