Harga Buku Sewaktu-waktu Bisa Berubah...
Menulis Berbunga Bunga /ERS : Mitra Ahmad

Menulis Berbunga Bunga /ERS

Penerbit : Pak Ersis Warmansyah Abbas
Penulis : Ersis Warmansyah Abbas
Tahun Terbit : --
Kertas & Halaman : --
Ukuran Buku : --
Kategori : Bahasa/Arab/Indonesia/Inggris/Kamus
ISBN : --
Harga : Rp 35,000
20%   
Rp 28,000
Share
|

Berat: ... gram.

Pengantar:
Menulis itu gampang. Menulis itu mudah. Menulis sangat mudah. Menulis nyaman. Menulis menyamankan. Menulis menyehatkan pikiran dan jiwa. Menulis menjalin silaturrahim. Menulis ibadah. Kata-kata itu atau kalimat sedemikian akan ditemukan dalam berbagai varian dalam aneka tulisan saya. Ya, menulis mudah, dan memudahkan. Menulis nyaman dan menyamankan.
 
Sebagai motivator, kata-kata dan atau kalimat tersebut, kini telah menjadi obat bagi banyak orang guna melawan kemandulan menulis. Kata-kata dan atau kalimat tersebut dimaksudkan agar self-image tentang menulis susah dan menyusahkan beralih menjadi sikap optimis. Yang mudah kog disusah-susahkan.
 
Pada awalnya, kebanyakan pelibat sharing membawa pedang loyo, bertimbun-timbun ide telah antri di kuala otak untuk ditulis, e … begitu ditulis, satu atau dua alinea, mandek. Jari-jari tangan mogok, otak tidak berfungsi, dan hal-hal serupa yang memandulkan menulis. Ada apa?
 
Diri, bisa jadi, telah dibelenggu self-image, telah terbentuk, menulis harus begini begitu, wajib dirangkai seperti ini seperti itu, dan bla-bla. Mana pula, belum selesai, dibaca. Lalu, dikoreksi. Kalau ada kosakata yang meragukan sibuk mencari kamus, membolak-balik majalah, buku, atau bertanya pada suami atau istri, bahkan anak. Begitu kembali ke komputer, lupa deh.
 
Jelas saja, menulis kog dibiarkan diintervensi hal-hal sedemikian. Bodohnya lagi, hal tersebut diulang, diulang, dan diulang setiap menulis. Ya, hasilnya tetap sama, berhenti sebelum selesai. Pusing. Memaki diri. Memaki-maki, menulis susah. Wajarlah, tidak belajar dari pengalaman.
 
Buku ini, Menulis Berbunga-Bunga, disengaja untuk melawan belenggu-belenggu menulis yang diundang oleh (calon) penulis sendiri. Nyamankan kondisi sebelum, ketika, dan sesudah menulis. Menulis jangan dijadikan beban. Caranya?
 
Ya, gembirakan diri, perasaan dan pikiran. Tanamkan menulis itu bak berkelana ke tempat-tempat indah menyamankan, kenapa sih? Apa susahnya dijadikan sebagai wahana pemerdekaan diri, memerdekakan pikiran dan perasaan. Bukankah begitu yang bergelora di kuala pikir, di danau rasa, di samudera ingin akan menyehatkan manakala telah menjadi tulisan?
 
Campakkan dulu teori, simpan ujaran-ujaran bagus tentang menulis, nasihat guru bahasa, menariknya paparan Kahlil Gibran, indahnya kata-kata Hamka, ketegangan buatan Agatha Christy, bualan meninabobokan Ian Flemming, kelana misteri J.K. Rowling atau godaan Andre Hirata.
 
Wajar saja berkehendak menulis seperti Renald Kasali, esai-esai mantap Goenawan Mohammad, guncangan ala Samuel P. Hungtington, peringatan-peringatan Francis Fukuyama, indahnya sirah Rasulullah oleh berbagai penulis, sampai mimpi-mimpi bagaimana menjadi orang berpunya ala Robert T. Kiyosaki. Yah, mereka penulis-penulis hebat sebagai referensi. Tapi, manalah mungkin kemampuan kita (menulis) sebanding orang-orang hebat tersebut. Angan boleh digantung setinggi langit (dimana sih, apakah memang ada langit?), kita hidup dalam realitas.
 
Karena itu menulislah apa yang dikuasai, dipahami atau dialami. Menulis dari dalam diri, sesuai kemampuan diri. Buang ke laut tak bertepi hal di luar diri, di luar kemampuan. Jadikan sebagai pengingat atau pendorong. Manalah mungkin menandingi Shakespeare, wong dia hanya seorang saja seperti juga Albert Einstein.
 
Kenali diri, pahami diri. Bak nasehat para tetuha, pandai-pandailah mengukur bayang-bayang. Setelah itu asah kemampuan, latih menulis dengan menulis sembari memperbanyak isi kepala. Pengetahuan OK, pratik OK. Membelajarkan diri.
 
Kalaulah mampu mengisolir diri, untuk dijadikan menyapa publik, menghindari belenggu-belenggu, menulis akan nyaman dan menyamankan. Contoh-contoh riil tulisan-tulisan dalam buku ini adalah fresh from the oven, bukan dari teori atau peniruan. Terlahir dari pemahaman, menulis itu menyenangkan, nyaman dan menyamankan. Tidak membeban.
 
Tidak usah malu memulai menulis dari hal-hal kecil, hal-hal sederhana, hal-hal yang dekat diri. Menjadi penulis besar bisa jadi cita-cita semua kita, memulai menulis adalah jalan menjadi penulis besar. Kali aja, he he.
 
Pesan utama buku ini, jadikan menulis hal nyaman dan menyamankan, bukan membeban. Dan, dimulai dari suasana kebatinan, self-image, menulis adalah jiwa itu sendiri.
 
Menulis, karena itu sekali lagi, dimulai dari diri dalam kaitan silaturahmi pemikiran. Alhamdulillah jika bermanfaat, bukan saja untuk diri sendiri, tetapi juga buat sesama.
 
Bagaimana Menurut Sampeyan?


Apabila tidak menemukan semua jenis buku yang Anda cari, dapat ditanyakan atau silahkan hubungi via:

email: mitraahmad_buku@yahoo.com

atau

SMS: 0812 24 80154 kami akan membantu Anda.

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama*
Email* (email tidak ditampilkan)
Komentar*
(Masukan 3 huruf atau angka berwarna hitam pada kotak di bawah)
captcha image