Harga Buku Sewaktu-waktu Bisa Berubah...

The Davinci Code /MZN

Penerbit : Mizan
Penulis : Dan Brown
Tahun Terbit : Cet 1: Sep 2013
Kertas & Halaman : 684 Halaman
Ukuran Buku : ..
Kategori : Novel/Fiksi/Sastra
ISBN : 978-602-8811-84-2
Harga : Rp 59,000
20%   
Rp 47,200
Share
|

Berat: ... gram.

Tak bisa dipungkiri, novel keempat Dan Brown yang terbit satu dekade silam, telah mengguncang keimanan Kristen. Puluhan buku bantahan terbit menanggapi berita yang diterjemahkan Brown ke dalam imajinasi fiksinya. Namun begitu, Brown tetap kukuh dan siap bertanggung jawab karena penggarapan novelnya disandarkan atas riset panjang, ilmiah, dan diyakini hadir sebagai fakta.

Dan Brown membuka cerita dengan terbunuhnya Jacques Sauniere, seorang kurator di Museum Louvre, Paris. Di tubuh korban dan sekitar lantai, penuh coretan simbol yang menarik perhatian. Lalu muncul Profesor Robert Langdon, pakar simbolisme religi dari Universitas Harvard, Amerika, dan Sophie Neveu, seorang ahli membaca sandi atau cryptographer yang tertarik pada kasus itu. Si cerdas dan perempuan Paris nan cantik berambut burgundi itu pun sepakat menguak misteri itu.

Mereka mendapat informasi, ternyata korban mewarisi mantel Leonardo. Mantel itu menjadi penanda bahwa korban tak lain adalah pemimpin komunitas rahasia : Biarawan Sion. Kelompok itu bertugas menjaga The Holy Grail atau cawan suci. Dari situ, jalinan cerita makin seru dan rumit. Dalam penyelidikannya, Langdon dan Sophie dihadapkan pada berbagai alat bukti yang butuh penafsiran. Mereka juga bertemu dengan Sir Leigh Teabing.

Sejarahwan yang kaya raya, nantinya berperan dalam mengungkap tanda tersembunyi pada jalinan teks kitab suci dengan berbagai karya seni, arsitektur, dokumen, mitologi, sejarah gereja, dan ajaran dari sekte-sekte kristen. Dalam pencariannya, mereka harus terbang dari Paris ke London. Mereka dibuntuti seorang rahib bernama Silas dari kongregasi Opus Dei. Opus Dei itu didirikan seorang pastor asal Spanyol, Josemaria Escriva, 1928.

Rajutan cerita semakin menegangkan manakala mereka juga diburu polisi khusus Prancis, yang menduga Langdon sebagai pembunuh Sauniere. Sebelum akhirnya cerita kembali lagi ke Louvre, tempat pembunuhan terjadi, pembaca dihadapkan pada serentetan kode, teka-teki, misteri, dan cerita konspirasi yang memukau. Sampai akhirnya, terbongkarlah konspirasi yang sudah berlangsung 2000 tahun yang terkait dengan sejarah agama Kristen, Yesus, dan Biarawan Sion di masa lalu yang melibatkan tokoh kondang; seperti Leonardo Da Vinci, Isaac Newton, Botticelli, dan Victor Hugo.

Davinci Code menjadi masterpiece dengan karakter kepenulisan ala Brown. Penulis mahir dan lihai membangun cerita lewat dialog antar tokoh; Sophie dengan Langdon, Sophie dengan Teabing, dan lainnya. lewat selubung dialog itulah, beragam tafsir kontroversial Brown dihenyakkan pada pembaca. Seamsal, di Bab 55, dialog Sophie dan Teabing membawa pembaca pada tafsir baru mengenai Konsili Nicaea tahun 325. Pertemuan uskup sedunia itu dilaksanakan atas gagasan kaisar Romawi, Kaisar Konstantin. Tujuannya untuk menekan puluhan ajaran keagamaan yang waktu itu muncul. Dalam kesempatan itu, kaisar mendesakkan doktrin soal keilahian Yesus Kristus.

 


Tak pelak, konsili itu dianggap penuh muatan politis, yakni hendak menaklukkan dan menyatukan rakyat dalam ideologi tunggal di bawah Kekaisaran Roma. Dengan membuat penyeragaman tersebut, Brown menambahkan, dominasi atas rakyat di wilayah kekuasaan Romawi relatif lebih mudah dilakukan. Mengingat, gaung Gereja rekaan Konsili, selalu menjadi ruang kataatan dan kepasrahan rakyat selama berabad-abad.

Tafsir lain yang juga kontroversial adalah soal Holy Grail atau Cawan Suci yang tampak dalam lukisan Perjamuan Terakhir (The Last Supper) karya Leonardo Da Vinci. Dalam bible dikisahkan, sebelum disalibkan, malam harinya Yesus melakukan perjamuan terakhir bersama ke-12 muridnya. Dalam perjamuan itu, mereka minum anggur dari cawan atau piala, dan memakan roti tak beragi.

Lukisan Da Vinci yang tak menampakkan piala itu menyimpan suatu pesan khusus. Lebih lanjut, Cawan itu sekadar metafora, yang artinya adalah garis suci keturunan. Derifasi kata itu diambil dari terminologi bahasa Prancis abad pertengahan, Sangraal (Holy Grail), dari sang (blood berarti darah) dan raal (royal berarti suci).

Darah suci atau garis suci keturunan itu asalnya dari Yesus atas pernikahannya dengan Maria Magdalena, yang menurunkan Dinasti Merovingian di Perancis abad pertengahan. Cawan Suci yang selama ini ditutup-tutupi itu adalah Maria Magdalena itu sendiri. Maria Magdalena kemudian datang ke Prancis dan mendarat di Marsailles. Ia muncul sebagai wanita Yahudi terhormat dari Galilea, Israel. 

Novel ini menggali sekaligus menghamparkan informasi baru di balik kedigdayaan gereja, yang selama ini terkubur rapat dalam simbol-simbol. Brown tak hanya sekadar menerjemahkan simbol-simbol itu, lebih dari itu, ia merangkaianya ke dalam kisah menegangkan dengan bahasa sastra elegan. Praktis, karya ini patut dijadikan rekomendasi bagi siapapun, sebagai jembatan permaknaan diri melihat fenomena gereja.

 

Apabila tidak menemukan Semua Jenis buku yang Anda cari, dapat ditanyakan atau silahkan hubungi via:

email: mitraahmad_buku@yahoo.com

atau

SMS: 08988 799 999 / 082121 992 888 kami akan membantu Anda.

Komentar Pembaca
Tuliskan Komentar anda disini
Nama*
Email* (email tidak ditampilkan)
Komentar*
(Masukan 3 huruf atau angka berwarna hitam pada kotak di bawah)
captcha image